Tugas 6 Serangan Terhadap Kriptografi Oleh: Luthfia 2103015016
SERANGAN TERHADAP KRIPTOGRAFI
Keseluruhan point dari kriptografi adalah menjaga kerahasiaan pesan atau kunci dari penyadap (eavesdropper) atau dari kriptanalis (cryptanalyst). Kriptanalis dapat merangkap sebagai seorang penyadap. Kriptanalis berusaha memecahkan cipherteks dengan suatu serangan terhadap sistem kriptografi.
A. Serangan (attack)
- Serangan: setiap usaha (attempt) atau percobaan yang dilakukan oleh kriptanalis untuk menemukan kunci atau menemukan plainteks dari cipherteksnya.
- Asumsi: kriptanalis mengetahui algoritma kriptografi yang digunakan
- Prinsip Kerckhoff: semua algoritma kriptografi harus publik; hanya kunci yang rahasia.
B. Jenis-jenis Serangan: berdasarkan keterlibatan penyerang dalam komunikasi
1. Serangan Pasif (passive attack)
- penyerang tidak terlibat dalam komunikasi antara pengirim dan penerima
- penyerang hanya melakukan penyadapan untuk memperoleh data atau informasi sebanyak-banyaknya
- Metode penyadapan:
- Wiretapping
- Electromagnetic eavesdropping
- Acoustic Eavesdropping
2. Serangan Aktif (active attack)
- penyerang mengintervensi komunikasi dan ikut mempengaruhi system untuk keuntungan dirinya
- penyerang mengubah aliran pesan seperti:
- menghapus sebagian cipherteks,
- mengubah cipherteks,
- menyisipkan potongan cipherteks palsu,
- me-replay pesan lama,
- mengubah informasi yang tersimpan, dsb.
C. Jenis-jenis Serangan: berdasarkan teknik yang digunakan untuk menemukan kunci
1. Exhaustive attack / brute force attack
- mengungkap plainteks dengan mencoba semua kemungkinan kunci
- pasti berhasil menemukan jika tersedia waktu yang cukup dan sumber daya hardware yang memenuhi
2. Analytical attack
- menganalisis kelemahan algoritma kriptografi untuk mengurangi kemungkinan kunci yang tidak mungkin ada
- caranya: memecahkan persamaaan-persamaan matematika (yang diperoleh dari definisi suatu algoritma kriptografi) yang mengandung peubah-peubah yang merepresentasikan plainteks atau kunci).
- metode analytical attack biasanya lebih cepat menemukan kunci dibandingkan dengan exhaustive attack
- solusi: kriptografer harus membuat algoritma kriptografi yang sekompleks mungkin
D. Jenis-jenis Serangan: berdasarkan ketersediaan data yang digunakan untuk menyerang sistem kriptografi
1. Chipertext-only attack
- kriptanalitas hanya memiliki cipherteks
- teknik yang digunakan: exhaustive key search dan teknik analisis frekuensi (akan dijelaskan kemudian)
2. Known-plaintext attack
- diberikan sejumlah pasangan plainteks dan cipherteks yang berkoresponden
- beberapa pesan yang formatnya terstruktur membuka peluang untuk menerka plainteks dari cipherteks yang bersesuaian
3. Chasen-plaintext attack
- kriptanalitas dapat memilih plainteks tertentu untuk dienkripsikan, yaitu plainteks-plainteks yang lebih mengarahkan penemuan kunci.
4. Adaptive-chosen-plaintext attack
- kriptanalitas memilih blok plainteks yang besar, lalu dienkripsi, kemudian memilih blok lainnya yang lebih kecil berdasarkan hasil serangan sebelumnya, begitu seterusnya.
5. Chosen-ciphertext attack
Sebuah algoritma kriptografi dikatakan aman bila ia memenuhi tiga kriteria berikut:
- Persamaan matematis yang menggambarkan operasi di dalam algoritma kriptografi sangat kompleks sehingga algoritma tidak mungkin dipecahkan secara analitik
- Biaya untuk memecahkan cipherteks melampaui nilau informasi yang terkandung di dalam cipherteks tersebut
- Waktu yang diperlukan untuk memecahkan cipherteks melampaui lamanya waktu informasi tersebut harus dijaga kerahasiaannya.
____________________
____________________
Tanya Jawab
1. Apa saja yang termasuk dalam layanan kriptografi? Jawab:
- Kerahasiaan pesan (Confidentiality/privacy/secrecy)
- Keaslian pesan (Data Integrity)
- Keaslian pengirim dan penerima pesan (Authentication)
- Anti penyangkalan (Non-repudiation)
2. Arti dari kriptanalitas adalah..... Jawab:
1. Apa saja yang termasuk dalam layanan kriptografi?
Jawab:
- Kerahasiaan pesan (Confidentiality/privacy/secrecy)
- Keaslian pesan (Data Integrity)
- Keaslian pengirim dan penerima pesan (Authentication)
- Anti penyangkalan (Non-repudiation)
2. Arti dari kriptanalitas adalah.....
Jawab:
Kriptanalitas (cryptanalitas) adalah ilmu dan seni untuk memecahkan chiperteks menjadi plainteks tanpa mengetahui kunci yang digunakan.
3. Teknik yang digunakan pada cipher substitusi yaitu..... Jawab:
3. Teknik yang digunakan pada cipher substitusi yaitu.....
Jawab:
Mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks.
4. Playfair cipher ditemukan oleh..... Jawab:
4. Playfair cipher ditemukan oleh.....
Jawab:
Sir Charles Wheatstone namun dipromosikan oleh Baron Lyon Playfair pada tahun 1854.
5. Apa yang dimaksud dengan Serangan (attack)? Jawab:
5. Apa yang dimaksud dengan Serangan (attack)?
Jawab:
Serangan atau attack adalah setiap usaha (attempt) atau percobaan yang dilakukan oleh kriptanalis untuk menemukan kunci atau menemukan plainteks dari cipherteksnya.
6. Arti dari cipherteks adalah..... Jawab:
6. Arti dari cipherteks adalah.....
Jawab:
Cipherteks adalah pesan yang telah disandikan sehingga tidak bermakna lagi.
7. Sebuah algortima kriptografi dikatakan aman bila ia memenuhi kriteria..... Jawab:
7. Sebuah algortima kriptografi dikatakan aman bila ia memenuhi kriteria.....
Jawab:
- Persamaan matematis yang menggambarkan operasi di dalam algoritma kriptografi sangat kompleks sehingga algoritma tidak mungkin dipecahkan secara analitik
- Biaya untuk memecahkan cipherteks melampaui nilau informasi yang terkandung di dalam cipherteks tersebut
- Waktu yang diperlukan untuk memecahkan cipherteks melampaui lamanya waktu informasi tersebut harus dijaga kerahasiaannya.
8. Apa saja algortima kriptografi itu? Jawab:
8. Apa saja algortima kriptografi itu?
Jawab:
- Algoritma kriptografi simetri (symmetric-key cryptography)
Kunci enkripsi = kunci deskripsi - Algoritma kriptografi nir-simetri (asymmetric-key cryptography)
Kunci enkripsi ≠ kunci dekripsi
- Kunci enkripsi -> tidak rahasia (public key)
- Kunci dekripsi -> rahasia (private key)
9. Sebutkan jenis-jenis Cipher substitusi! Jawab:
9. Sebutkan jenis-jenis Cipher substitusi!
Jawab:
- Cipher abjad-tunggal (monoalphabetic cipher)
- Cipher substitusi homofonik (homophonic substitusion cipher)
- Cipher abjad-majemuk (polyalpabetic substitusion cipher)
- Cipher substitusi poligram (polugram substitusion cipher)
10. Apa saja varian Vinegere Cipher? Jawab:
10. Apa saja varian Vinegere Cipher?
Jawab:
- Full Vigenere Cipher
- Auto-Key Vigenere Cipher
- Running-Key Vigenere Cipher
__________________________
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah, sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id.
Nama : Luthfia Masruroh SyahNIM : 2103015016Kelas : 4DProdi : Teknik Informatika
__________________________
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah, sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id.
Nama : Luthfia Masruroh Syah
NIM : 2103015016
Kelas : 4D
Prodi : Teknik Informatika
Komentar
Posting Komentar