Tugas 5 Kriptografi Klasik 3 Oleh: Luthfia 2103015016
KRIPTOGRAFI KLASIK 3
A. Affine Cipher
- Perluasan dari Caesar Cipher
- Enkripsi: C = mP + b (mod n)
- Dekripsi: P = m-1 (c-b) (mod n)
- Kunci: m dan b
Keterangan:1. n adalah ukuran alfabet2. m bilangan bulat yang relatif prima dengan n3. b adalah jumlah pergeseran4. Caesar Cipher adalah khusus dari affine cipher dengan m = 15. m-1 adalah inversi m (mod n), yaitu m.m-1 = 1 (mod n)
- Affine cipher tidak aman, karena kunci mudah ditemukan dengan exhaustive search
- Sebab ada 24 pilihan untuk b dan 12 buah nilai m yang relatif prima dengan 26 (yaitu 1, 3, 5, 7, 9, 11, 15, 17, 19, 21, 23, 25).
- Salah satu cara memperbesar faktor kerja untuk exhaustive key search: enkripsi tidak dilakukan terhadap huruf individual, tetapi dalam blok huruf.
- Affine cipher mudah diserang dengan known-plaintext attact.
B. Hill Cipher
- Dikembangkan oleh Lester Hill (1929)
- Menggunakan m buah persamaan linier
- Untuk m = 3 (enkripsi setiap 3 huruf)
- Kekuatan Hill cipher terletak pada penyembunyian frekuensi huruf tunggal
- Huruf plainteks yang sama belum tentu dienkripsi menjadi huruf cipherteks yang sama
- Hill cipher mudah dipecahkan dengan known-plaintext attact
C. Enigma Cipher
Enigma adalah mesin yang digunakan Jerman selama Perang Dunia II untuk mengenkripsi/dekripsi pesan-pesan militer.
- Enigma menggunakan sistem rotor (mesin berbentuk roda yang berputar) untuk membentuk huruf cipherteks yang berubah-ubah
- Setelah setiap huruf dienkripsi, rotor kembali berputar untuk membentuk huruf ciphertes baru untuk huruf plainteks berikutnya
- Enigma menggunakan 4 buah rotot untuk melakukan substitusi
- Ini berarti terdapat kemungkinan huruf cipherteks sebagai pengganti huruf plainteks sebelum terjadi perulangan urutan cipherteks
- Setiap kali sebuah huruf selesai disubstitusi, rotor pertama bergeser satu huruf ke atas
- Setiap kali rotor pertama selesai bergeser 26 kali, rotor kedua juga melakukan hal yang sama, demikian untuk rotor ke-3 dan ke-4
- Posisi awal keempat rotor dapat di-set; dan posisi awal ini menyatakan kunci dari Enigma
- Jerman meyakini bahwa cipherteks yang dihasilkan Enigma tidak mungkin dipecahkan. Namun, sejarah membuktikan bahwa pihak Sekutu berhasil juga memecahkan kode Enigma
- Keberhasilan memecahkan Enigma dianggap sebagai faktor yang memperpendek Perang Dunia II menjadi hanya 2 tahun.
____________________
____________________
Tanya Jawab
1. Affine cipher merupakan perluasan dari..... a. Enigma cipher
b. Caesar cipher
c. Vigenere Cipher
d. Playfair cipher
2. Arti keterangan b pada Affine cipher adalah..... a. Ukuran alfabet
b. Inversi m
c. Jumlah pergeseran
d. Bilangan bulat yang relatif prima dengan n
3. Hill cipher dikembangkan oleh Lester Hill pada tahun..... a. 1919
b. 1939
c. 1949
d. 1929
4. Enigma cipher adalah mesin yang digunakan ..... selama Perang Dunia II. a. Amerika
b. Jerman
c. Spanyol
d. Belanda
5. Untuk melakukan substitsi, Enigma cipher menggunakan ..... buah rotor. a. 4
b. 1
c. 7
d. 10
6. Cipher yang mudah diserang dengan known-plaintext attack adalah..... a. Enigma cipher
b. Caesar cipher
c. Hill Cipher
d. Affine cipher
7. Kunci pada Affine cipher adalah.... a. n dan b
b. C = mP + b (mod n)
c. m dan b
d. P = m-1 (c-b) (mod n)
8. Arti keterangan n pada Affine cipher adalah..... a. Ukuran alfabet
b. Inversi m
c. Jumlah pergeseran
d. Bilangan bulat yang relatif prima dengan n
9. Keberhasilan memecahkan Enigma dianggap sebagai faktor yang memperpendek Perang Dunia II menjadi hanya..... a. 1 tahun
b. 3 tahun
c. 4 tahun
d. 2 tahun
10. Pada Hill cipher, dibutuhkan ..... buah persamaan linier. a. m
b. n
c. p
d. a
1. Affine cipher merupakan perluasan dari.....
a. Enigma cipher
b. Caesar cipher
c. Vigenere Cipher
d. Playfair cipher
2. Arti keterangan b pada Affine cipher adalah.....
a. Ukuran alfabet
b. Inversi m
c. Jumlah pergeseran
d. Bilangan bulat yang relatif prima dengan n
3. Hill cipher dikembangkan oleh Lester Hill pada tahun.....
a. 1919
b. 1939
c. 1949
d. 1929
4. Enigma cipher adalah mesin yang digunakan ..... selama Perang Dunia II.
a. Amerika
b. Jerman
c. Spanyol
d. Belanda
5. Untuk melakukan substitsi, Enigma cipher menggunakan ..... buah rotor.
a. 4
b. 1
c. 7
d. 10
6. Cipher yang mudah diserang dengan known-plaintext attack adalah.....
a. Enigma cipher
b. Caesar cipher
c. Hill Cipher
d. Affine cipher
7. Kunci pada Affine cipher adalah....
a. n dan b
b. C = mP + b (mod n)
c. m dan b
d. P = m-1 (c-b) (mod n)
8. Arti keterangan n pada Affine cipher adalah.....
a. Ukuran alfabet
b. Inversi m
c. Jumlah pergeseran
d. Bilangan bulat yang relatif prima dengan n
9. Keberhasilan memecahkan Enigma dianggap sebagai faktor yang memperpendek Perang Dunia II menjadi hanya.....
a. 1 tahun
b. 3 tahun
c. 4 tahun
d. 2 tahun
10. Pada Hill cipher, dibutuhkan ..... buah persamaan linier.
a. m
b. n
c. p
d. a
__________________________
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah, sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id.
Nama : Luthfia Masruroh SyahNIM : 2103015016Kelas : 4DProdi : Teknik Informatika
__________________________
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah, sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id.
Nama : Luthfia Masruroh Syah
NIM : 2103015016
Kelas : 4D
Prodi : Teknik Informatika
Komentar
Posting Komentar