Tugas 4 Kriptografi Klasik 2 Oleh: Luthfia 2103015016
KRIPTOGRAFI KLASIK 2
A. Vigenere Cipher
- Termasuk ke dalam cipher abjad-majemuk (polyapabetic substitutior cipher)
- Dipublikasikan oleh diplomat (sekaligus seorang kriptologis) Perancis, Blaise de Vigenere) pada abad 16 (tahun 1586)
- Tetapi sebenernya Giovan Batista Belaso telah menggambarkannya pertama kali pada tahun 1553 seperti ditulis di dalam bukunya La Cifra del Sig. Giovan Batista Belaso
- Algoritma tersebut baru dikenal luas 200 tahun kemudian yang oleh penemunya Cipher tersebut kemudia dinamakan Vigenere Cipher
- Cipher ini berhasil dipecahkan oleh Babbage dan Kasiski pada pertengahan Abad 19
- Vigenere Cipher digunakan oleh Tentara Konfiderasi pada Perang Sipil Amerika (American Civil War)
- Perang Sipil terjadi setelah Vigenere Cipher berhasil dipecahkan
- Vigenere Cipher menggunakan matriks Vigenere untuk melakukan enkripsi
- Setiap baris di dalam bujur sangkar menyatakan huruf-huruf cipherteks diperoleh dengan Caesar Cipher
- Artinya, setiap baris i merupakan pergeseran huruf alfabet sejauh i ke kanan
- Kunci adalah string: K = k1k2.....km
- Jika panjang kunci lebih pendek daripada panjang plainteks, maka kunci diulang secara periodik
- Misalkan panjang kunci m = 10, maka 10 huruf pertama plainteks dienkripsi dengan kunci K, setiap huruf ke-i menggunakan kunci k1
- Huruf plainteks yang sama tidak selalu dienkripsi menjadi huruf cipherteks yang sama pula, bergantung huruf kunci yang digunakan
- Pada cipher substitusi sederhana, setiap huruf cipherteks selalu menggantikan huruf plainteks tertentu
- Vigenere Cipher dapat mencegah frekuensi huruf-huruf di dalam cipherteks yang mempunyai pola tertentu yang sama seperti pada cipher abjad-tunggal
- Jika periode kunci diketahui dan tidak terlalu panjang, maka kunci dapat ditentukan dengan ditentukan dengan menulis program komputer untuk melakukan exhaustive key search
- Varian Vinegere Cipher:
- Full Vigenere Cipher
- Auto-Key Vigenere Cipher
- Running-Key Vigenere Cipher
B. Playfair Cipher
- Termasuk ke dalam polygram cipher
- Ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone namun dipromosikan oleh Baron Lyon Playfair pada tahun 1854
- Cipher ini mengenkripsi pasangan huruf (biagram), bukan huruf tunggal seperti pada cipher klasik lainnya
- Tujuannya adalah untuk membuat analisis frekuensi menjadi sangat sulit sebab frekuensi kemunculan huruf-huruf di dalam cipherteks menjadi datar (flat)
Pesan yang akan dienkripsi diatur terlebih dahulu sebagai berikut:
1. Ganti huruf j (bila ada) dengan i
2. Tulis pesan dalam pasangan huruf (biagram)
3. Jangan sampai ada pasangan huruf yang sama. Jika ada, sisipkan x di tengahnya
4. Jika jumlah huruf ganjil, tambahkan huruf x di akhir
Algoritma enkripsi:
1. Jika dua huruf terdapat pada baris kunci yang sama makan tiap huruf diganti dengan huruf di kanannya (bersifat siklik)
2. Jika dua huruf terdapat pada kolom kunci yang sama makan tiap huruf diganti dengan huruf di bawahnya (bersifat siklik).
3. Jika dua huruf yang tidak pada garis yang sama atau kolom yang sama, maka:
- huruf pertama diganti dengan huruf pada perpotongan baris huruf pertama dengan kolom huruf kedua
- huruf kedua diganti dengan huruf pada titik sudut keempat dari persegi panjang yang dibentuk dari tiga huruf yang digunakan sampai sejauh ini
Algoritma dekripsi kebalikan dari algoritma enkripsi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Jika dua huruf terdapat pada baris bujursangkar yang sama maka tiap huruf diganti dengan huruf di kirinya
2. Jika dua huruf terdapat pada kolom bujursangkar yang sama maka tiap huruf diganti dengan huruf di atasnya
3. Jika dua huruf tidak pada baris yang sama atau kolom yang sama, maka huruf pertama diganti dengan huruf pada perpotongan baris huruf pertama dengan kolom huruf kedua. Huruf kedua diganti dengan huruf pada titik sudut keempat dari persegi panjang yang dibentuk dari tiga huruf yang digunakan sampai sejauh ini
4. Buanglah huruf X yang tidak mengandung makna.
Komentar
Posting Komentar